Nilai Budaya Belum Pasti Masuk Kurikulum

NIALAI BUDAYA BELUM PASTI MASUK KURIKULUM


JAKARTA-Kementara Pendidikan dan Kebudayaan akan segera mengubah Rencana Strategis (Renstrna)pendidikan nasional,dikarenakan kebudayaan yang masuk dalam pendidikan.Dengan demikian,anatara konsep kebudayaan bisa semakin selaras.

“Renstra akan berubah,begitu pun struktur organisasi.Karena dalam Renstrasi ada target,sasaran,dan capainya,maka aka nada strategi untuk mencapai itu”,ujarnya Wakil Mentri Pendidikan,Musliar Kasim,kemarin.
Menurutnya,rencana strategis dalam kementrian bukan bersifat harga mati yang tidak dapat berubah.
“Semua tergantung pada situasi yang ada di internal dan eksternal.Perubahan menjadi Kemdikbid ini mendadak sekali.Ini karena keinginan masyarakat luas yang diakomodasikan,sehingga kami akan melakukan perubahan”ungkapanya.
Perubahan Resentra tersebut tidak dapat serta merta dilakukan,karena membutuhkan waktu untuk melakukan kajian-kajian lebih mendalam .
“Mudah-mudahan 2012 sudah bisa mulai,karena struktur ini sedang disusun.Efektif untuk tahun ini tinggal dua bulan dan sedang dirumuskan”,kata Musliar.
Tidak Bisa Dipisahkan
Dia belum dapat memastikan apakah nilai budaya tersebut akan masuk kurikulum atau tidak.Namun,katanya yang terpenting adalah nilai budaya itu dapat membangun karakter kesantunan bagi para peserta didik.
“Budaya kita santu sekali,dan untuk mengajarkanitu bisa tidak masuk dalam bentuk kurikulum,tetapi kita atur seperti apa metode yang pas agar masyarakat yang kita didik itu berbudaya dan punya karakter”,urainya.
Sementara itu,anggota komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Popong Otje Djundjunan mengatakan,antarakebudayaan dan pendidikan bisa dibedakan,tetapi tidak dapat dipisahkan.
Sebab,lanjut dia,pendidikan yang menanamkan nilai budaya dalam arti luas,bukan budaya dalam arti seni semata.
Kalau dilihat dari idealism,pendidikan tersebut adalah wahana menerapkan kebudayaan.Karena itu secara logika harus disatukan”,ujarnya.
Diharapkan,nilai-nilai kebudayaan itu nantinya selalu disisipikan ke dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan kepada para peserta didik.
“Semuanya mata peljaran itu harus menerapkan nilai-nilai kebudayaan budaya sopan santun,budaya menghargai,budaya jujur.Jadi semacam budi pekerti”,tambah popong.

Dikutip dari Koran Suara Merdeka 28 Oktober 2011

1 komentar:

Latifah mengatakan...

Wah keren sekali tulisannya, aku suka. Kamu hobi baca buku? Butuh rekomendasi novel menarik.

Baca dulu ulasan dari MantuIdaman Blog berikut

- Alias Harga Untuk Sebuah Kematian
- Antologi Fiksi Suker
- Kau Begitu Sempurna
- Novel MR Innocent

Salam hangat, dari
Latifah

Posting Komentar

 
Three Cute Cherries